, Artikel, bisnis, Inspiration, motivation, startup, tips

BUILDING A START UP : 6 Tips Membangun Startup Sukses

Startup merupakan tren bisnis yang sedang in. Dengan semakin canggihnya teknologi dan suburnya lingkungan digital Indonesia, banyak orang terinspirasi untuk memecahkan permasalahan yang ada dengan produk dan jasa yang mereka ciptakan. Namun sebagian besar perusahaan startup di Indonesia didirikan dengan mengikuti trend pasar, salah satu contoh nyata adalah dengan semakin banyaknya pilihan layanan pembayaran cashless setelah kesuksesan pendahulunya, seperti GoPay atau OVO. Walau terlihat meniru atau hanya mengikuti trend, bukan berarti startup baru itu tidak memiliki landasan yang kuat. Beberapa dari startup ini, dapat memberikan solusi terhadap permasalahan yang mungkin tidak bisa dilakukan atau belum terpikirkan oleh perusahaan yang sudah besar. Dengan permasalahan yang nyata, solusi yang tepat, dan eksekusi yang apik, tidak mustahil untuk startup impianmu bersaing diluar sana.

Untuk Sobat MULA yang masih ragu-ragu untuk mulai ber-entrepreneur, Mimin punya 6 tips mudah untuk memulai langkah Sobat :

  1. IDE. Jika sobat masih bingung untuk memulai startup apa, sobat bisa mencari ide sederhana dari lingkungan sekitar. Mencoba memecahkan masalah pribadi atau orang-orang di sekitar merupakan awal yang baik untuk memulai ide sebuah usaha. Mari kita lihat GoJek, dengan ide sederhana dimana pengguna ojek bisa merasa lebih aman dan dengan tarif yang transparan, perusahaan ini bisa melebarkan sayap hingga ke negeri tetangga. Atau, layanan ticketing seperti tiket.com atau Traveloka yang awalnya memiliki tujuan dimana pelanggan bisa membeli dan membandingkan harga tiket dari berbagai maskapai dengan mudah dan mendapat harga termurah, akhirnya menjadi tujuan utama pembelian tiket bahkan melebihi kanal resmi penyedia layanan transportasi tersebut. Membuat startup tidak harus berlandaskan tujuan serumit menuntaskan kemiskinan di seluruh dunia, tapi cukup dengan solusi bagi masalah yang umum terjadi dan belum memiliki solusi atau memiliki solusi yang kurang efektif. Dari ide yang ada, tergantung dari prioritas, pilih yang memang sangat dibutuhkan masyarakat atau yang dapat dengan mudah menghasilkan revenue. Akan lebih baik apabila sobat memiliki passion atau pengetahuan di bidang tersebut karena kedepannya akan lebih mudah untuk mendeteksi permasalahan yang timbul dan memberikan solusi yang tepat. Selain itu, pilihlah lini usaha yang tepat. Memilih lini usaha yang belum banyak dilirik orang pasti terlihat lebih menguntungkan, namun kita juga harus bisa menjawab apakah hal tersebut karena memang masih banyak perusahaan yang belum mampu memberikan solusi, atau memang pasar belum membutuhkan.
  2. PERCAYA DIRI (DENGAN LANDASAN FAKTUAL). Mungkin ini terdengar aneh, tapi kalau kita tidak merasa percaya diri dengan produk yang akan kita bangun, jangan harap orang lain akan meliriknya. Membangun kepercayaan diri akan produk atau jasa yang akan kita bangun sebenarnya cukup mudah. Dengan pengetahuan akan pasar, pengguna, dan juga sistematika bisnis sedernaha bisa menjadi modal dasar. Lakukan penelitian pasar, adakan Focus Group Discussion dengan sahabat, teman atau calon pengguna produk atau jasa, lalu bandingkan dengan ide usaha sobat. Apakah hasilnya mendukung ide usaha kita, atau malah menunjukkan bahwa pasar tidak membutuhkan produk atau jasa kita?Landasan faktual selain membuat ide usaha kita tervalidasi, juga dapat meyakinkan rekan dan partner bisnis untuk bergabung dan berinvestasi. Jangan pernah menyerah sampai menemukan ide usaha yang dapat kamu pegang teguh dan yakin untuk bisa sukses. Jangan pernah berkecil hati karena sebuah kegagalan.
  3. BERANI BEDA. Mengikuti tren pasar merupakan jalan paling cepat dan aman untuk dilakukan sebuah startup, namun, dengan bermodal landasan faktual dan ide bisnis yang solid, menjadi anomali bisa menjadi daya jualmu. Beranilah untuk berbeda dengan kebanyakan startup lainnya. Pelajari strategi bisnis dari startup yang sudah ada, keunggulan dan kelemahan masing-masing, dan buatlah strategi yang dapat memberikan solusi bagi permasalahan yang ada. Jangan pernah takut untuk menyasar pasar yang kecil atau spesifik, karena terkadang merekalah yang paling membutuhkan solusi dan bersedia membayar lebih. Selain itu dengan pendekatan yang berbeda kepada pasar, mereka akan lebih mudah membedakan dan memisahkan usaha kita dengan usaha lain atau sejenis.
  4. FOKUS. Punya banyak ide bisnis merupakan hal yang baik, namun dalam aktualisasi kita harus bisa fokus dengan bisnis prioritas kita, terutama di tahap pengembangan awal. Apalagi kalau sobat berjalan sendiri dengan dana dan tenaga yang terbatas. Buatlah skema timeline bisnis mulai dari tahap pengembangan, mencari dana dan tenaga pendukung, hingga peluncuran. Jangan lupa untuk menetapkan milestone atau tahapan yang perlu di raih pada jangka waktu tertentu. Dengan berkonsentrasi kepada satu usaha atau startup, kita akan lebih mudah dalam mengatur, dan mengawasi perkembangannya. Jangan sampai, karena terlalu banyak ide yang dikembangkan dan dijalankan, ide usaha prioritas sobat menjadi terbengkalai atau kurang matang. Fokus bukan berarti kita hanya mengembangkan usaha dari dalam lho sobat, kita juga harus bisa fokus dalam melihat peluang-peluang yang ada dan relevan untuk startup kita. Seiring berjalannya waktu, apabila startup prioritas sudah berjalan dengan baik, maka tidak ada salahnya mulai membangun ide usaha selanjutnya.
  5. JANGAN TAKUT RUGI (DENGAN RISK MANAGEMENT). Dalam bisnis tentu resiko merugi secara finansial akan selalu ada, apalagi untuk startup yang tidak didukung oleh kemampuan beriklan dan distribusi layaknya merek besar. Risk management menjadi salah satu kunci untuk meminimalisir besarnya kerugian yang kita alami. Berpandu pada skema timeline bisnis dan juga milestone kita akan dapat lebih mudah mengukur pertumbuhan usaha dan permasalahan yang timbul. Dengan risk management yang baik, kita dapat mendeteksi resiko secara dini dan membantu dalam penyusunan solusi sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan terbaik. Peran risk management adalah mengukur kerugian yang akan terjadi ketika kita mengambil sebuah keputusan yang berkaitan dengan keuangan, namun bukan berarti hal ini menjadi sebuah larangan atau penghalang kita untuk mengambil keputusan yang out of the box. Dengan bantuan manajemen resiko, pengambil keputusan akan memiliki lawan atau kontra dari langkah yang akan diambil. Apabila langkah tersebut memiliki keuntungan yang lebih besar daripada resikonya, maka tidak ada salahnya untuk di jalankan. Mungkin bisa dibilang risk management adalah bentuk reality check dari sebuah idealisme dan ego pelaku usaha. Karena bagaimanapun, sebuah usaha melibatkan banyak pihak yang bergantung pada kita seperti supplier atau pekerja.Risk management juga dapat membantu dalam membedakan pengeluaran, pemborosan, dan kerugian. Pengeluaran adalah berkurangnya sumber dana karena suatu barang atau jasa yang memang harus dibeli untuk keberlangsungan sebuah usaha, contohnya membeli tepung untuk toko kue. Pemborosan adalah ketika pengeluaran tersebut terlalu berlebihan atau tidak sesuai dengan permintaan, contohnya toko kue membutuhkan 100kg tepung tapi membeli 150kg tepung. Kerugian adalah ketika barang yang di produksi tidak memiliki atau kurang peminat, contohnya toko kue membuat 200 roti per hari padahal rata-rata sehari hanya terjual 50. Risk management akan membantu kita menghitung bagian mana yang bisa harus dipenuhi, dan bagian mana yang masih bisa di efisiensikan.
  6. MODAL USAHA. Salah satu faktor utama yang meruntuhkan niat untuk memulai startup adalah modal. Banyak orang yang memiliki segudang ide untuk membangun bisnis startup tidak pernah merealisasikannya karena bingung mencari modal. Sekarang ini, permodalah tidak hanya bisa didapat dari instansi keuangan seperti bank lho sobat. Pembiayaan usaha dari investor atau crowdfunding bisa menjadi pilihanmu. Investor merupakan individu atau badan keuangan independen yang menyediakan dana untuk membentuk dan menjalankan usahamu. Biasanya mereka akan memberikan modal sesuai besaran pengeluaran hingga tahap peluncuran produk atau jasa dan selama proses penetrasi pasar, lalu meminta bagian dalam bentuk saham dan atau pembagian hasil dari laba usaha. Tergantung dari jenis investornya, ada pula yang ingin dilibatkan dalam pengembangan startup tersebut. Untuk yang satu ini, pastikan besar saham yang sobat pegang lebih besar dari investor secara keseluruhan, karena bagaimanapun usaha ini adalah milik sobat dan sobat berhak untuk memegang kuasa lebih besar dalam pengambilan keputusan. Crowdfunding merupakan opsi pendanaan baru dalam dunia permodalan Indonesia. Sistemnya hampir sama dengan investasi pada umumnya, hanya saja kita tidak bergantung pada 1 investor tapi banyak orang. Bisa jadi satu usaha memiliki 100 atau bahkan 1000 investor dalam jumlah kecil. Mungkin terlihat merepotkan dalam pembagian defiden usaha nantinya, namun cara ini merupakan cara yang terhitung cukup cepat dalam mengumpulkan modal. Dengan nilai investasi yang lebih kecil, akan lebih mudah dan lebih kecil resikonya bagi investor untuk “menitipkan” uang kepada sebuah startup.

 

Nah, bagaimana Sobat MULA? Sudah mulai terinspirasi untuk membangun usahamu sendiri?

Post Your Thoughts

Close

DAFTAR

Would you like to see our space before joining? Come and visit our coworking space. Please fill out the form and our manager will get back asap.